
Dari semua pembahasan tentang Uang sebagai tujuan dan Alergi terhadap uang, mau tidak mau kita harus mengakui bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam relasi kita dengan uang. Terdapat relasi yang tidak sehat dengan uang. Bagaimana memperbaikinya ? Tergantung cara pandang dan bagaimana kita memperlakukan uang.
Apa itu uang ?
Mari kita ambil selembar atau sebuah koin uang. Kita lihat dan rasakan, tidak lebih hanyalah sebuah benda mati buatan manusia berupa kertas yang bergambar atau logam yang berrilief. Namun dari pendapat tentang uang di atas, terlihat bahwa betapa powerfullnya uang, sehingga dapat membahagiakan, membeli segala-galanya, menimbulkan kejahatan, keserakahan, bahkan menimbulkan konflik.
Mengapa hal ini bisa terjadi ? karena kita sendirilah yang memberikan energi atau semacam “ruh” kepada uang sehingga uang menjadi seolah-olah “hidup” dan powerful serta mampu menguasai kita. Sebagai benda mati ciptaan kita, sudah sepantasnya kalau kita memperlakukan uang sebagai sahabat yang menguntungkan dan kita sebagai tuannya, bukan sebaliknya uang menjadi monster yang menakutkan dan kita menjadi budaknya.
Setelah kita menyadari apa itu uang, menjadi jelaslah bahwa yang menjadikan relasi yang tidak sehat dengan uang bukanlah uang itu sendiri, melainkan cara pandang dan perlakuan kita terhadap uanglah yang menjadi penyebabnya. Jadi persoalan bukan pada uang, melainkan pada diri kita sendiri.
Berbisnis untuk dapat uang
Bisnis harus untung iya dong, masak harus rugi :). dengansedikit gambaran di atas saya berharap bebrapa diantara kita yang masih menganggap untung banyak dan uang banyak hal tabu bisa segera hilang. kita harus membangun persepsi bahwa bisnis ya harus untung, karena kalau bisnis untung banyak uang lebih banyak manfaat yang bisa kita berikan kepada sekitar kita. diri sendiri dan keluarga, kesejahtraan karyawan , bisa sedekah dan infak lebih banyak , bisa memberi order kepada mitra usaha dan lain-lain. jadi tujuan mendapatkan untung banyak dan uang yang banyak adalah untuk agar bisa lebih memberikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk sekitar kita, bukan untuk kepentingan pribadi :).
begitu kurang lebih artikel saya kali ini, bila da yang punya sudut pandang yang lain mari diskusi, semoga bermanfaat
saya nandar
salam kreative
inspirasi dari :
http://www.icoachrealcoach.com/index.php?option=com_content&view=article&id=101:how-to-build-a-successful-marriage-part-6&catid=34:business-artilces
Tidak ada komentar